Terletak di Dusun Patihan, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Desa Wisata Patihan menjadi salah satu kawasan pesisir selatan Yogyakarta yang berkembang pesat sebagai destinasi wisata alam dan budaya.
Wilayah ini dikenal dengan Pantai Goa Cemara, pantai berpasir hitam yang dikelilingi deretan pohon cemara udang rimbun — menciptakan suasana teduh, sejuk, dan unik dibanding pantai-pantai lainnya di Bantul.
Kawasan ini sangat cocok untuk berbagai kegiatan luar ruang seperti outbond, camping, gathering, hingga event komunitas skala besar karena area pantainya luas, teduh sepanjang hari, dan memiliki fasilitas parkir yang memadai.
Selain itu, masyarakat setempat aktif mengembangkan berbagai kegiatan edukasi dan wisata berbasis alam serta budaya.
Salah satu kekayaan tradisi yang masih lestari di sini adalah Labuhan Suroan Kambing Kendhit — sebuah upacara adat melarung kambing dengan motif bulu kendhit (garis putih melingkar di tubuhnya) ke laut selatan. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan doa keselamatan bagi warga pesisir, sekaligus memperkuat identitas spiritual masyarakat Patihan.
Meskipun kawasan ini juga dikenal memiliki habitat penyu kecil di sekitar pesisir, fokus utama desa wisata ini tetap pada pelestarian alam, kegiatan sosial, dan pengembangan budaya lokal.
Semua dijalankan secara gotong royong oleh masyarakat sebagai bentuk nyata dari kemandirian dan semangat desa wisata.
“Teduh, luas, dan penuh makna — Desa Wisata Patihan, gerbang selatan Bantul tempat tradisi dan alam berpadu harmoni.”
Kawasan Pantai Goa Cemara memiliki area terminal dan lahan parkir yang cukup luas, menjadikannya salah satu area parkir terbesar di wilayah pesisir selatan Bantul. Area ini dirancang untuk menampung berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus besar pariwisata.
Terminal dan parkir terletak tidak jauh dari pintu masuk utama kawasan wisata, sehingga memudahkan wisatawan untuk mengakses berbagai fasilitas dan spot wisata di sekitar pantai. Permukaan lahan parkir telah dipasang paving block yang rapi, sehingga nyaman digunakan dan aman meskipun pada musim hujan.
Kapasitasnya mampu menampung ratusan kendaraan dalam satu waktu, termasuk bus besar berkapasitas 40–50 penumpang, menjadikan Pantai Goa Cemara sebagai lokasi yang ideal untuk kunjungan rombongan sekolah, instansi, maupun wisatawan kelompok.
Selain itu, area terminal dilengkapi dengan jalur keluar-masuk yang luas serta petugas parkir yang siap mengatur arus kendaraan agar tetap tertib dan aman. Keberadaan area parkir dan terminal ini mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik Pantai Goa Cemara sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Bantul.
Secara administratif Kawasan Wisata Pantai Goa Cemara masuk dalam wilayah dusun Patihan, desa Gadingsari, kecamatan Sanden, kabupaten Bantul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terletak di lintasan Jalur Pantai Selatan yang notabene akan digunakan untuk lintas Jawa, dapat diakses dengan mudah dari tiga arah daerah berbatasan. Dari timur via Jl Parangtritis lanjut JLS, dari arah Semarang melewati kota Jogja via Jl Bantul – Jl Samas, ataupun dari Purworejo melewati JLS dan Jl Srandakan. Kesemua jalur dapat dilintasi dengan mudah oleh konvoi big bus sekalipun, karena selain jalur yang luas, kontur jalan juga sangat rata.

Panggung kesenian Pantai Goa Cemara merupakan salah satu fasilitas pendukung kegiatan wisata yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal. Terletak di kawasan wisata Pantai Goa Cemara, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, panggung ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pengunjung saat digelar acara adat, festival, atau hiburan rakyat.
Bangunan panggung berdiri di area yang cukup luas dengan posisi strategis menghadap ke arah kawasan wisata, sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung. Struktur panggung terbuat dari bahan permanen dengan lantai yang sedikit lebih tinggi, dilengkapi atap pelindung serta area terbuka bagi penonton.
Beragam kesenian tradisional seperti tari-tarian, karawitan, jathilan, dan musik lokal sering ditampilkan di sini, terutama pada momen-momen tertentu seperti Labuhan Suro atau perayaan hari besar. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan, panggung kesenian ini juga menjadi media pelestarian budaya dan ruang interaksi antara masyarakat setempat dengan wisatawan.
Konservasi Penyu
Kelompok Konservasi Penyu Mino Raharjo adalah lembaga non profit yang bergerak di bidang kelestarian lingkungan terutama pelestarian penyu dan habitatnya di Dusun Patihan, Kalurahan Gadingsari, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
PROFIL KELEMBAGAAN
Diinisiasi oleh beberapa nelayan Patihan yang kemudian diikuti oleh warga masyarakat lainnya yang matapencahariannya berada di pesisir selatan baik itu nelayan, petani, maupun pengelola wisata.
Mulai melakukan kegiatan tahun 2010 dengan peralatan sederhana, dan berhasil memindah tetaskan 300 ekor tukik anak penyu di rumah konservasi penyu Pantai Goa Cemara. Tahun-tahun berikutnya hasil tetas semakin banyak dan kemudian juga didampingi oleh DKP beserta BKSDA DIY dalam proses kegiatannya, termasuk peningkatan kapasitas pengelolaan konservasi.
Semakin berkembang dengan kegiatan kampanye dan sosialisasi, KKP Mino Raharjo juga bekerjasama aktif dengan Dinas Pariwisata melalui program ekowisata.
Dalam pengelolaan dan tehnis lapangan, KKP Mino Raharjo bersinergi penuh dengan Desa Wisata Patihan sebagai pengelola Pantai Goa Cemara, serta dibantu oleh warga masyarakat pesisir dan pemerintah daerah. Sinergi ini didasari lokalitas, karena baik itu anggota Dewa Patih maupun KKP Mino Raharjo berbasis warga masyarakat dusun Patihan, dan semua pengurus KKP Mino Raharjo juga menjadi pengurus aktif di Dewa Patih. Mutualisme hubungan kedua lembaga ini adalah Dewa Patih mendapatkan value branding ekowisata, sementara KKP mendapatkan jaringan kampanye dan sosialisasi serta jaminan operasional konservasi.


Fasilitas kamar mandi dan toilet di Pantai Goa Cemara disediakan untuk menunjang kenyamanan para pengunjung. Lokasinya tersebar di beberapa titik strategis, terutama di dekat area parkir, panggung kesenian, dan kawasan warung makan.
Bangunan toilet dibangun permanen dengan dinding tembok, atap tertutup, serta ventilasi yang baik agar tetap bersih dan tidak pengap. Tersedia ruang terpisah antara laki-laki dan perempuan, dilengkapi dengan kamar mandi bilas bagi pengunjung yang selesai bermain air atau berenang di pantai.
Air bersih tersedia cukup, dengan sistem drainase yang baik serta perawatan rutin oleh pengelola wisata dan masyarakat setempat. Fasilitas ini menjadi bagian dari amenitas utama Pantai Goa Cemara yang mendukung kenyamanan dan kebersihan kawasan wisata, sekaligus mencerminkan komitmen pengelola dalam menjaga pelayanan bagi wisatawan.
Sebagai tempat wisata, Pantai Goa Cemara menyediakan sarana atau tempat untuk beribadah, untuk penentuan ketertiban dalam hal wudhu dibedakan untuk perempuan wudhu di sebelah selatan tempat yang lebih tertutup, sedangkan untuk laki-laki berwudhu di sebelah utara.
Kantor sekretariat Pantai Goa Cemara terletak di pusat Kawasan Wisata Pantai Goa Cemara, tepatnya di simpang Jl Rajiman, Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul, D I Yogyakarta. Mulai dibangun pada 2010 bersama dengan berdirinya Pokdarwis Pantai Goa Cemara dan direnovasi pada medio 2017 tentang bentuk fisik dan fungsinya hingga seperti sekarang ini.
Kantor Sekretariat dibangun sebagai pusat informasi, administrasi dan penghubung antara pengunjung dengan Pokdarwis Pantai Goa Cemara.
Dalam rangka menciptakan suasana aman dan tertib bagi pengunjung Pokdarwis Pantai Goa Cemara membentuk pengurus khusus yakni keamanan dan ketertiban. Rasa aman tersebut bukan hanya hanya terhindar dari masalah kriminal, tetapi aman secara luas yakni aman dari penyakit, aman gangguan binatang/serangga berbahaya dan juga antisipasi bencana alam.
Jaminan keamanan dan kesehatan pengunjung menjadi sangat utama, oleh karena itu sarana dan prasarana penunjang dimaksimalkan. Gedung pos keamanan yang berada di sebelah kantor sekretariat Pantai Goa Cemara dibangun atas dorongan tersebut.
Jogja Events